Postingan

WARTEG: "Teknologi Touchscreen" Perkuat Gotong Royong Hadapi Covid-19

Gambar
Gotong royong sudah menjadi ciri khas bangsa Indonesia dalam kondisi apapun, terlebih dalam situasi saat ini untuk kembali memulihkan ekonomi pasca Pandemi Covid-19. Bapak pendiri bangsa sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia pernah berujar, “Apakah kelemahan kita adalah kurang percaya diri sebaga bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri dan kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah rakyat gotong royong.” Gotong royong terus dilakukan segenap pihak. Pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia semua bergerak bersama mendorong peningkatan ekonomi, mengurangi ketimpangan dan juga menurunkan angka kemiskinan. Namun, di era pandemi semuanya tak mudah dilakukan. Prediksi kapan pandemi ini akan berakhir, mengukur resiko, dan upaya mengambil sikap menjadi penuh ketidakpastian.



Yang kadang terlupakan adalah pembangunan infrastruktur yang saat ini tidak lagi jadi prioritas utama. Padahal pembangunan infrastruktur telah menciptakan jutaan lapangan kerj…

Bijak Menyikapi Pajak di Tengah Pandemi

“Gotong royong adalah pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu-membantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. Ho-lopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama!” (Ir. Soekarno)
Literasi gotong royong adalah salah satu identitas budaya bangsa yang telah ada sejak nenek moyang ingin memerdekakan Indonesia. Identitas yang sudah seharusnya mengakar kuat dalam setiap diri rakyat Indonesia. Budaya relawan tak asing lagi dalam keseharian. Dari hal yang sederhana sekedar membantu mendirikan rumah, melayat, hingga memberikan bantuan bagi mereka yang terkena bencana, seakan menjadi tak terpisahkan dalam aktivitas sosial.

Bahkan, lembaga statistik Gallup, yang mengambil lebih dari 150.000 responden di 146 negara, pada tahun 2017 mencatat bahwa jumlah relawan terbanyak ada di Indonesia, menyumbang 53% prosentase relawan di seluruh dunia. Negara kita jauh mengungguli negara-negara dengan populasi besar lainnya seperti Amerika…

GBK di Era Milenial _Part 1_

Gambar
60 tahun silam lebih GBK resmi menjadi acuan gelanggang olahraga bertaraf Asia. Terukir sejarah periode ke – 4 ASIAN games berjalan, hingga kembali digelar dalam perhelatan ke-18 nya di tahun ini. Bersiap hanya dalam waktu 3 tahun, sisi stadion dipermak aneka rupa, menjadi kebanggan ibukota, juga Indonesia. Pejalan kaki pun tak luput dimanjakan.

Momentum asian games 2018, menjadikan GBK diminati para kaum milenial. Tak hanya penampakan latar utama, tapi semua sudut menyajikan hal
yang meng”autofocuskan” mata penikmat olahraga. Bahkan, hanya untuk sekedar berfoto bersama keluarga di depannya pun menjadi pilihan tersendiri untuk kita singgah. Hei GBK, simbol olahraga kita telah sampai taraf yang mendunia, tidak hanya untuk Jakarta, tapi untuk seluruh rakyat Indonesia.



Kualdron sebagai simbol semangat yang menggelora menjadi penghias utama, nyalanya yang tak pernah padam sepanjang pesta olahraga digelar menjadi pesona. Tak afdhol rasanya kalau tak mengabadikannya dalam sudut kamera. An…

....Tidak Ada Asap Kalau Tidak Ada Api....

Tidak ada asap kalau tidak ada api… ya kayanya itu deh yang cocok menggambarkan “kebangkitan”ku iseng-iseng spare waktu 1 – 1.5 jam untuk berjibaku dengan tuts kompi tiap harinya hingga tak terasa 15 hari sudah aku berkelana sampaikan semua kegundahan seputar dunia energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. Dulu, blog ini awalnya kusediakan untuk menemani bertukar cerita antara duka dan suka yang dibatasi jarak dan juga berbagi kekaguman tentang kebijakan-kebijakan ketika kita menjadi “alien” di planet sendiri (warga pendatang di Negara orang).  Bahan udah terkumpul, bukti-bukti biar gak ada caption “hoax” sudah terdokumentasikan di jejaring sosial FB dengan akar-akar tulisan yang terbubuh rapih di beranda FB. Tapi alih punya dalih, bukti-bukti itu kini hanya menjadi hiasan FB semata, karena dari banyaknya rencana yang sudah tertata bukti otentiknya di beranda, hanya 30% saja yang terealisasi menjadi tulisan. Bukan karena tak ada inspirasi, tapi karena gak betah duduk lama-lama mena…

"Sorting" dan "Collecting" Primadonanya EBT Sampah

Gambar
Masih menitikan asa dan cerita untuk sedikit demi sedikit berbagi bahasan ringan tentang Energi.
Kali ini masih belum beranjak menarikan jari jemari untuk menceritakan tentang Sampah dan penanganannya yang tepat dan tidak menyerempet pada polemik di Indonesia. Padahal ya kalau ditanya kepada setiap individu, Mau sehat atau enggak? Pasti serentak jawabannya tanpa ragu dan harus menggunakan pilihan bantuan “fifty-fifty” atau “call the friend” adalah Mau. Tapi ketika pertanyaan berlanjut keberikutnya, Mau atau sudahkan menjalani hidup sehat? Tanpa ragu pula menjawab Mau dan Sudah, namun hampir 60% tidak diiringi dengan tindakan yang nyata. Kenapa bisa berasumsi seperti itu? Ya bayangkan aja, salah satu impact dari hidup sehat itu adalah selalu menjaga lingkungan agar tetap bersih, baik lingkungan yang sehari-sehari kita mengorbit kepada sumbu tempat tinggal Kita, ataupun lingkungan yang hanya sekedar lewat. Slogan-slogan dan stiker-stiker serta rambu-rambu tentang ajakan untuk menjaga k…

Mengadopsi Jepang Dalam Memilih Sampah

Gambar
Masih belum bisa move on ingatanku tentang Dia, selalu terbayang dan terhirup bebas akan aromanya walau jarak cukup jauh memisahkan kita… Owh Sampah di bantaran kali, kapan kau bisa membiarkanku sejenak menghela nafas tanpa kau disisi…

Hari ini masih mau dan ngeluangin waktu untuk ngelanjutin cerita tentang si Dia kemarin....yaps masih tentang sampah dong. Mumpung masih fresh dan si Doi masih setia nih disini. Hari-hari kita tampaknya tidak akan pernah lepas dari yang namanya sampah. Manusia tanpa sampah bagaikan kacang tanpa kulit....eaaaa....Sayur tanpa garam,,hobaaah,,hehe.

Seperti kutipan tulisan sebelumnya, bahwasanya sampah itu adalah takdir dari adanya irisan aktifitas manusia. Karena setiap manusia yang bergerak entah pasti menghasilkan sampah. Jumlah atau volume keluarannya berbanding lurus dengan tingkat konsumsi kita dalam satuan waktu yang dilakukan.

Sebelum kita pusing mikirin proses dan teknologi yang super ilmiah untuk nanggulangin sampah, sebetulnya kita bisa loh mena…

Mengubah Bau Jadi Energi Bermutu

Gambar
Sampah…sampah…dan sampah terlalu pedas rasanya kalau mau ngomongin ini (karetnya dua berarti ya). Setiap jalan pulang ke kamar itu, pemandangan terpapar “indah” menemani perjalanan menuju peraduan, bentangan sampah-sampah menggenang di kali… padahal 2 bulan lalu sudah sempat dibersihkan oleh dinas kebersihan setempat. Tapi entah kenapa dan apa yang salah, 2 minggu kebelakang ini genangan kalinya penuh kembali, beberapa hari terakhir pun dipenuhi dengan sampah yang kembali menggunung, hal ini pun terhubung, menjadikan warna si airnya menjadi hitam. Belum terlalu pekat seperti biasanya, tapi bawelnya diri ini terusik akan aromanya yang khas, aroma yang membuat ratusan hewan justru berlomba mendekati....  Padahal Aku sudah berada dalam jarak yang cukup jauh dari si pusat bau. Hmmmm... kesal punya kesal, setiap malam selalu ditemani si cantik pengisap darah layaknya pasangan posesif yang tak mau berpisah walau hanya sesaat. Padahal taburan abu obat nyamuk bakar (hehehe) yang dioles ke seku…